RAWAT KEMANDIRIAN PANGAN, SISWA SMAN 1 KENCONG GALAKKAN PERAWATAN BERGILIR KEBUN SIKAP

KENCONG — Semangat gotong royong dan kesadaran terhadap kemandirian pangan terus bersemi di lingkungan SMAN 1 Kencong. Sebagai wujud nyata dalam merealisasikan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur yakni SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan), para siswa secara konsisten melaksanakan kegiatan perawatan kebun sekolah secara berkala dan bergiliran, Jumat (4/9/2026).

Program SIKAP yang sebelumnya telah diresmikan di area halaman sekolah kini telah bertransformasi menjadi laboratorium hidup yang dikelola penuh oleh tangan-tangan kreatif para peserta didik. Setiap kelas di SMAN 1 Kencong mendapatkan tanggung jawab atas kapling kebun masing-masing, yang dirawat secara kontinyu melalui sistem jadwal piket bergiliran.

Aktivitas perawatan yang meliputi penyiraman tanaman, penyiangan rumput liar, pemupukan organik, hingga pemantauan pertumbuhan bibit sayuran ini dilakukan di sela-sela jam istirahat maupun jam pelajaran praktik tertentu. Keterlibatan aktif ini dirancang agar para siswa tidak hanya memahami teori pertanian secara akademis, tetapi juga merasakan langsung pengalaman praktis merawat tanaman produktif.


Pihak sekolah mengapresiasi tinggi dedikasi para siswa yang menjalankan tanggung jawab ini dengan penuh kesadaran tanpa harus diingatkan. Melalui sistem perawatan bergiliran ini, nilai-nilai kedisiplinan, rasa tanggung jawab kolektif, serta kecintaan terhadap sektor agraris tertanam kuat dalam diri setiap pelajar.


Kehadiran Kebun SIKAP yang terus terawat dengan baik ini diharapkan mampu menjadi model percontohan sekolah mandiri pangan di tingkat regional. SMAN 1 Kencong optimis, konsistensi dalam merawat ketahanan pangan dari lingkungan satuan pendidikan kecil ini akan melahirkan generasi muda yang tangguh, produktif, dan siap mendukung ketahanan pangan nasional di masa depan.



Share:

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMAN 1 Kencong, Padukan Nilai Keagamaan dan Kreativitas Siswa

Kencong, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SMAN 1 Kencong berlangsung semarak dan penuh makna. Bertempat di halaman SMAN 1 Kencong, Selasa (1/9/2026), kegiatan diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang memadukan nilai keagamaan, kreativitas, kebersamaan, dan pendidikan karakter.

Berbeda dari sekadar kegiatan seremonial, peringatan Maulid Nabi tahun ini dikemas melalui dua agenda utama yang melibatkan seluruh siswa, yakni Lomba Kreasi Ancak Agung dan Lomba Baca Puisi bertema Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bpk. Mohammad Shodili, S.Pd. yang mewakili Kepala SMAN 1 Kencong. Kehadiran seluruh warga sekolah semakin menambah semarak sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Lomba Kreasi Ancak Agung. Para siswa menunjukkan kreativitas dan kekompakan dalam membuat serta menata ancak dengan berbagai bentuk dan kreasi.


Proses tersebut tidak hanya menuntut kemampuan menghasilkan karya yang menarik, tetapi juga membutuhkan kerja sama dan pembagian tugas yang baik antarsiswa. Setiap kelompok berusaha menuangkan ide dan kreativitas mereka untuk menghasilkan ancak terbaik.

Di balik kegiatan tersebut, terdapat nilai pendidikan yang penting. Siswa belajar tentang gotong royong, tanggung jawab, kreativitas, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja dalam tim.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal dan melestarikan nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat dalam suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Semangat peringatan Maulid Nabi semakin terasa melalui Lomba Baca Puisi bertema Maulid Nabi Muhammad SAW.

Para peserta tampil di hadapan warga sekolah dengan membawakan puisi yang mengangkat berbagai nilai dan keteladanan Rasulullah. Dengan ekspresi, penghayatan, dan kemampuan olah vokal, para siswa berusaha menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui karya sastra.


Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya dilatih untuk berani tampil di depan publik, tetapi juga diajak untuk memahami nilai-nilai luhur yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepedulian, kesantunan, serta sikap menghargai sesama menjadi nilai-nilai yang relevan untuk terus ditanamkan kepada generasi muda.

Bagi SMAN 1 Kencong, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengenang kelahiran Rasulullah.

Momentum ini menjadi bagian dari proses pendidikan karakter, di mana peserta didik diajak untuk mengenal keteladanan Rasulullah sekaligus berusaha menerapkannya dalam kehidupan.

Pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui pembelajaran di dalam kelas. Berbagai kegiatan sekolah juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman, interaksi, kreativitas, dan kebersamaan.

Melalui kegiatan Maulid Nabi, siswa diharapkan mampu memahami bahwa keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.


Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMAN 1 Kencong menjadi gambaran bagaimana kegiatan keagamaan dapat dikemas secara kreatif dan edukatif.

Perpaduan antara nilai religius, seni, budaya, dan kreativitas memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Mereka tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menciptakan, menampilkan, dan mengapresiasi karya.

Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Kencong terus berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa secara utuh—baik dalam aspek akademik, kreativitas, sosial, maupun karakter.

Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi tentang menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah dalam sikap dan perilaku generasi muda.

Dari halaman SMAN 1 Kencong, semangat itu terus ditanamkan: mengenang keteladanan, menumbuhkan akhlak, dan menginspirasi generasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.



Share:

SMAN 1 KENCONG UKIR PRESTASI NASIONAL, RAIH PERINGKAT KETIGA DI AJANG KPP MINING YOUTH IN ACTION 2

JAKARTA — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh institusi pendidikan daerah di kancah nasional. SMAN 1 Kencong sukses mengharumkan nama sekolah setelah dinobatkan sebagai peraih Predikat Terbaik ke-3 dalam ajang bergengsi KPP MINING Youth in Action (YIA) 2, sebuah program nasional yang diselenggarakan oleh KPP Mining, member of Astra.

Puncak apresiasi yang tertuang dalam acara Awarding Day tersebut diselenggarakan di Gedung Pamapersada Nusantara, Jakarta Timur, pada 26 hingga 29 Agustus 2026. Di tengah ketatnya persaingan dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah di seluruh penjuru tanah air, delegasi SMAN 1 Kencong membuktikan kapasitasnya melalui proyek sosial unggulan bertajuk "Transformasi Gizi Sehat dan Zero Food Waste melalui Model Kantin SANTIKA (Sehat, Anti Sisa dan Konsumsi Berkelanjutan)".

Acara penganugerahan tingkat nasional ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia Kementerian PPN/Bappenas, Bapak Pungkas Bahjuri Ali, S.Tp., M.S., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kontribusi nyata generasi muda dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.


Kemeriahan acara turut dihadiri oleh Presiden Direktur PT KPP Mining, Bapak Wahyu Widaryanto. Dalam pidatonya, beliau menegaskan komitmen kuat perusahaan terhadap pemberdayaan generasi muda agar senantiasa melahirkan inovasi solutif bagi permasalahan di lingkungan sekitar. Dukungan senada juga disampaikan oleh Staf Khusus Kemendikdasmen, Ibu Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam merancang setiap proyek inovatif pelajar.

Keberhasilan SMAN 1 Kencong merangsek ke jajaran tiga besar nasional tidak lepas dari keunggulan konsep Kantin SANTIKA. Proyek sosial ini dinilai berhasil menjawab dua isu krusial sekaligus, yakni peningkatan kualitas gizi sehat bagi pelajar dan mitigasi limbah makanan (zero food waste) melalui pendekatan konsumsi yang berkelanjutan. Model kantin ini mengintegrasikan edukasi ekologis langsung ke dalam ekosistem harian sekolah.


Perolehan predikat terbaik ketiga ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan dan daya kritis siswa di SMAN 1 Kencong mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional. Pihak sekolah berharap pencapaian ini dapat menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Share:

Dominasi Lintasan Renang Jawa Timur, Tiga Srikandi SMAN 1 Kencong Borong Medali di Dira Short Course 2026

JEMBER — Tiga atlet muda berbakat dari SMA Negeri 1 Kencong, Jember, berhasil mengukir prestasi gemilang dalam ajang Dira Short Course Swimming Competition 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur. Kompetisi renang antar-pelajar terbuka yang diselenggarakan di Dira Water Park Balung pada 22–23 Agustus 2026 ini menjadi saksi ketangguhan ketiga perenang putri tersebut dalam memborong belasan gelar juara.

Tampil luar biasa, Mutiara Destria Walidah (Kelas X.10) sukses menyabet gelar Atlet Terbaik Kelompok Umur (KU) 2010 setelah mendominasi podium tertinggi. Mutiara berhasil memborong Juara 1 pada 7 cabang sekaligus, meliputi 100 M Gaya Ganti Perorangan, 50 M & 100 M Gaya Bebas, 50 M Gaya Punggung, 50 M Gaya Kupu-kupu, serta 50 M & 100 M Gaya Dada.


Sementara itu, Queenara Kayla Priandra (Kelas X.6) menunjukkan konsistensinya dengan mengamankan Juara 2 di empat nomor perlombaan: 50 M Gaya Punggung, 50 M Gaya Bebas, 100 M Gaya Bebas, dan Estafet Mix 4x50 M Gaya Bebas.

Lengkap melengkapi dominasi tim, Madyana Eky Erlinda (Kelas X.9) turut menyumbangkan rentetan trofi. Madyana meraih Juara 2 pada tiga cabang (50 M Gaya Dada, 50 M Gaya Kupu-kupu, dan Estafet Mix 4x50 M Gaya Bebas) serta Juara 3 pada dua nomor lainnya (100 M Gaya Dada dan 50 M Gaya Punggung).

Kepala SMAN 1 Kencong, Andri Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian luar biasa para siswinya yang telah mengharumkan nama sekolah dan daerah di kancah regional.


Rincian Perolehan Medali Srikandi SMAN 1 Kencong

Mutiara Destria Walidah (X.10)

   * Gelar: Atlet Terbaik KU 2010

   * Juara 1 (7 Nomor): 100 M Gaya Ganti Perorangan, 50 M Gaya Bebas, 100 M Gaya Bebas, 50 M Gaya Punggung, 50 M Gaya Kupu-kupu, 50 M Gaya Dada, 100 M Gaya Dada.

Queenara Kayla Priandra (X.6)

   * Juara 2 (4 Nomor): 50 M Gaya Punggung, 50 M Gaya Bebas, 100 M Gaya Bebas, Estafet Mix 4x50 M Gaya Bebas.

Madyana Eky Erlinda (X.9)

   * Juara 2 (3 Nomor): 50 M Gaya Dada, 50 M Gaya Kupu-kupu, Estafet Mix 4x50 M Gaya Bebas.

   * Juara 3 (2 Nomor): 100 M Gaya Dada, 50 M Gaya Punggung.

Share:

Semangat Kemerdekaan ke-81 Menggema di SMAN 1 Kencong

Kencong - Deretan siswa berdiri rapi di lapangan upacara SMAN 1 Kencong. Di hadapan mereka, Sang Merah Putih perlahan dikibarkan, sementara lagu kebangsaan menggema di antara barisan peserta upacara. Pagi itu, suasana sekolah sejenak membawa seluruh warga SMAN 1 Kencong pada satu kesadaran, kemerdekaan yang dinikmati hari ini memiliki sejarah panjang dan perjuangan yang tidak ringan.

Momen tersebut hadir dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di lapangan upacara SMAN 1 Kencong.

Bagi para siswa, upacara kemerdekaan bukan sekadar rutinitas tahunan. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali melihat arti perjuangan dari sudut pandang generasi yang hidup dalam suasana merdeka.

Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Dian Farida Pramanasari, S.Pd., selaku Wakil Kepala SMAN 1 Kencong Bidang Humas. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak memandang kemerdekaan hanya sebagai sejarah yang diperingati setiap tahun.

Kemerdekaan, menurutnya, harus diisi dengan hal-hal yang memberikan manfaat bagi bangsa. Bagi seorang pelajar, perjuangan itu dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, membangun prestasi, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Pesan tersebut terasa dekat dengan kehidupan para siswa. Mereka memang tidak mengalami perjuangan fisik sebagaimana generasi terdahulu. Namun, mereka memiliki medan perjuangan yang berbeda: ruang kelas, lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi, tantangan zaman, dan tanggung jawab untuk menentukan masa depan bangsa.

Di lapangan upacara, kibaran Merah Putih seolah menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki tugasnya masing-masing. Jika generasi terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk merawat kemerdekaan dan mengisinya dengan karya. Pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.

Di SMAN 1 Kencong, semangat itu terus ditanamkan melalui berbagai aktivitas pendidikan dan pembentukan karakter. Para siswa tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga dibiasakan memiliki disiplin, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya bukan hanya tentang angka yang bertambah dari tahun ke tahun. Ada refleksi tentang perjalanan bangsa dan pertanyaan sederhana yang perlu dijawab oleh setiap generasi, apa yang akan kita lakukan dengan kemerdekaan yang telah diwariskan kepada kita?

Bagi siswa SMAN 1 Kencong, jawabannya mungkin dimulai dari hal-hal sederhana, datang ke sekolah dengan semangat, belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, menjaga persahabatan, menghargai perbedaan, berani bermimpi, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Terkadang, ia dimulai dari seorang siswa yang memilih untuk tetap belajar ketika menghadapi kesulitan. Dari seorang anak muda yang memilih menjaga persatuan ketika perbedaan muncul. Atau dari generasi yang memilih menggunakan pengetahuan dan teknologi untuk berkarya, bukan sekadar menjadi penonton perubahan.

Upacara di SMAN 1 Kencong pun berakhir. Barisan mulai dibubarkan, para siswa kembali ke aktivitas masing-masing. Namun pesan tentang kemerdekaan diharapkan tidak ikut berakhir ketika lapangan kembali sepi.

Merah Putih telah berkibar. Perjuangan telah diwariskan. Kini, giliran generasi muda menentukan bagaimana cerita Indonesia berikutnya akan ditulis.

SMAN 1 Kencong, dari ruang pendidikan, menyiapkan generasi yang tidak hanya menikmati kemerdekaan, tetapi juga siap mengisinya dengan karya.

Share:

Video kami

Hari Kesaktian Pancasila

Pengunjung

Terpopuler

Powered by Blogger.

Ads block

Banner 728x90px

Cari di Blog

Kategori

Berita Terkini

6-latest-350px-course