Showing posts with label kurikulum. Show all posts
Showing posts with label kurikulum. Show all posts

SMAN 1 Kencong Resmi Terima Mahasiswa PPL UAS Kencong, Perkuat Sinergi Pendidikan di Jember Selatan

JEMBER — SMA Negeri 1 Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menerima mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Universitas Al-Falah Asy-Syuniyyah (UAS) Kencong, Selasa (15/9/2026). Penerjunan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari kerja sama kedua institusi dalam memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik di perguruan tinggi dan praktik pendidikan di sekolah.

Prosesi penerimaan berlangsung di aula utama SMAN 1 Kencong dan dihadiri jajaran manajemen sekolah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), guru pamong, serta mahasiswa praktikan dari sejumlah program studi.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai peserta praktik untuk memenuhi kewajiban akademik perguruan tinggi. Mereka juga diarahkan untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai proses pembelajaran, pengelolaan kelas, serta dinamika kehidupan sekolah.

Pimpinan SMAN 1 Kencong dalam arahannya menyampaikan bahwa sekolah membuka ruang bagi mahasiswa praktikan untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam proses pendidikan.

Kehadiran mahasiswa PPL diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih interaktif, inklusif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik saat ini.

“Mahasiswa PPL tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga diharapkan mampu memberikan gagasan dan pengalaman akademiknya untuk mendukung proses pembelajaran,” demikian pokok arahan pihak sekolah dalam kegiatan tersebut.


Dari pihak UAS Kencong, Dosen Pembimbing Lapangan menyampaikan apresiasi kepada SMAN 1 Kencong yang telah menerima dan memberikan ruang belajar bagi mahasiswa.

Para mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga integritas selama menjalankan praktik, sekaligus mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, dan manajerial. Kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja sekolah dinilai menjadi bagian penting dari proses pembentukan calon pendidik.

“Mahasiswa harus mampu menjaga nama baik almamater, membangun komunikasi dengan guru dan warga sekolah, serta menjadikan PPL sebagai ruang untuk mengasah kompetensi sebelum terjun ke dunia pendidikan secara profesional,” menjadi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Rangkaian penerjunan diawali dengan pembacaan berita acara serah terima dan penandatanganan dokumen kerja sama secara simbolis. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan orientasi lingkungan sekolah sebagai tahap awal mahasiswa mengenal kultur, tata kelola, serta aktivitas pendidikan di SMAN 1 Kencong.

Selama beberapa bulan ke depan, mahasiswa PPL akan terlibat dalam berbagai aktivitas pendidikan. Di antaranya perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, pengelolaan kelas, serta pendampingan kegiatan ekstrakurikuler.

Kolaborasi antara UAS Kencong dan SMAN 1 Kencong tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan PPL. Kemitraan ini diarahkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara perguruan tinggi dan sekolah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

Bagi wilayah Jember Selatan, sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan satuan pendidikan menengah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem pendidikan, khususnya dalam menyiapkan calon pendidik yang memiliki kompetensi akademik sekaligus memahami realitas pembelajaran di lapangan.

Share:

MENGENAL TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) SMA 2026: INFORMASI LENGKAP, FORMAT, DAN MANFAATNYA BAGI ALUMNI

Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMA/MA dan sederajat tahun 2026 menjadi salah satu instrumen asesmen penting yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). Berdasarkan kerangka asesmen resmi, evaluasi ini dirancang untuk mengukur capaian penguasaan akademis peserta didik secara komprehensif.

Artikel ini mengupas tuntas seluruh informasi seputar pelaksanaan TKA 2026, mulai dari deskripsi, struktur mata uji, penyesuaian durasi terbaru, hingga urgensi dan pemanfaatannya bagi alumni maupun siswa yang bersiap melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.

Apa Itu Tes Kemampuan Akademik (TKA)?

TKA adalah asesmen berbasis komputer yang mengukur tingkat penguasaan pengetahuan dan keterampilan akademik peserta didik pada mata pelajaran spesifik. Berbeda dengan Asesmen Nasional (AN) yang mengevaluasi sistem pendidikan secara makro, TKA berfokus pada evaluasi penguasaan materi individual siswa pada kelompok mata pelajaran wajib dan pilihan. Penilaian ini memberikan potret objektif mengenai kompetensi akademik yang telah ditempuh selama masa pendidikan di sekolah menengah.

Informasi Pelaksanaan dan Format TKA SMA 2026

Pelaksanaan TKA SMA/SMK tahun 2026 hadir dengan sejumlah pembaruan penting, termasuk penyesuaian alokasi waktu pengerjaan agar peserta dapat mengerjakannya dengan lebih fokus dan optimal.

1. Jadwal Utama Pelaksanaan
  • Simulasi: 21 – 27 September 2026
  • Gladi Bersih: 5 – 18 Oktober 2026
  • Pelaksanaan Utama (Gelombang 1 & 2): 26 Oktober – 8 November 2026
  • Pelaksanaan Susulan: 16 – 29 November 2026
  • Pengumuman Hasil: 23 Desember 2026
2. Struktur Mata Ujian dan Penyesuaian Durasi Terbaru
Peserta TKA diwajibkan mengikuti tiga mata pelajaran wajib serta memilih dua mata pelajaran pilihan sesuai dengan rumpun peminatan atau rencana studi lanjut mereka. Berdasarkan penyesuaian terbaru, durasi pengerjaan mata pelajaran wajib telah diperpanjang:
  • Bahasa Indonesia Wajib & Literasi: 75 menit (30 soal)
  • Bahasa Inggris Wajib: 75 menit (30 soal)
  • Matematika Wajib & Numerasi: 75 menit (25 soal)
  • Mata Pelajaran Pilihan 1: 60 menit (25 soal)
  • Mata Pelajaran Pilihan 2: 60 menit (25 soal)
Catatan: Kelompok mata pelajaran pilihan mencakup rumpun MIPA dan Teknik, IPS dan Humaniora, hingga Bahasa dan Sastra Asing. Selain itu, pada hari pertama dan kedua, peserta juga mengikuti asesmen tambahan berupa Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

Pemanfaatan dan Urgensi TKA bagi Alumni SMA

Bagi para siswa kelas akhir atau alumni yang akan segera menyelesaikan masa studinya di SMA, sertifikat dan hasil TKA memegang peranan krusial sebagai portofolio akademik tambahan yang kredibel. Beberapa bentuk pemanfaatannya meliputi:
  1. Menjadi Bahan Pertimbangan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi: Hasil TKA memberikan nilai ukur nasional yang objektif mengenai kemampuan kognitif dan penguasaan bidang ilmu spesifik siswa di luar nilai rapor sekolah. Hal ini seringkali dilirik oleh institusi pendidikan tinggi untuk melihat kesiapan akademik calon mahasiswanya.
  2. Syarat Kelayakan (Eligible) Jalur Masuk PTN: Skor TKA kerap diintegrasikan atau diselaraskan dengan berbagai persyaratan administratif seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru, memastikan bahwa siswa yang mendaftar benar-benar memiliki kompetensi dasar yang matang.
  3. Validasi Kompetensi Dunia Kerja atau Beasiswa: Bagi lulusan yang langsung merintis karier atau mencari beasiswa ikatan dinas/swasta, transkrip atau sertifikat kemampuan akademik yang terstandarisasi secara nasional menjadi bukti valid atas tingkat kecakapan literasi, numerasi, dan keahlian spesifik mereka.
  4. Peta Evaluasi Diri: Membantu lulusan mengenali keunggulan serta area perbaikan pada bidang ilmu tertentu sebelum mereka menyelami kurikulum perkuliahan yang jauh lebih kompleks dan mandiri.
Dengan persiapan yang matang—mulai dari memahami kisi-kisi, mengikuti simulasi, hingga membiasakan diri dengan format soal berbasis komputer—pelaksanaan TKA 2026 diharapkan mampu melahirkan lulusan SMA yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga berdaya saing global.
Share:

RAWAT KEMANDIRIAN PANGAN, SISWA SMAN 1 KENCONG GALAKKAN PERAWATAN BERGILIR KEBUN SIKAP

KENCONG — Semangat gotong royong dan kesadaran terhadap kemandirian pangan terus bersemi di lingkungan SMAN 1 Kencong. Sebagai wujud nyata dalam merealisasikan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur yakni SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan), para siswa secara konsisten melaksanakan kegiatan perawatan kebun sekolah secara berkala dan bergiliran, Jumat (4/9/2026).

Program SIKAP yang sebelumnya telah diresmikan di area halaman sekolah kini telah bertransformasi menjadi laboratorium hidup yang dikelola penuh oleh tangan-tangan kreatif para peserta didik. Setiap kelas di SMAN 1 Kencong mendapatkan tanggung jawab atas kapling kebun masing-masing, yang dirawat secara kontinyu melalui sistem jadwal piket bergiliran.

Aktivitas perawatan yang meliputi penyiraman tanaman, penyiangan rumput liar, pemupukan organik, hingga pemantauan pertumbuhan bibit sayuran ini dilakukan di sela-sela jam istirahat maupun jam pelajaran praktik tertentu. Keterlibatan aktif ini dirancang agar para siswa tidak hanya memahami teori pertanian secara akademis, tetapi juga merasakan langsung pengalaman praktis merawat tanaman produktif.


Pihak sekolah mengapresiasi tinggi dedikasi para siswa yang menjalankan tanggung jawab ini dengan penuh kesadaran tanpa harus diingatkan. Melalui sistem perawatan bergiliran ini, nilai-nilai kedisiplinan, rasa tanggung jawab kolektif, serta kecintaan terhadap sektor agraris tertanam kuat dalam diri setiap pelajar.


Kehadiran Kebun SIKAP yang terus terawat dengan baik ini diharapkan mampu menjadi model percontohan sekolah mandiri pangan di tingkat regional. SMAN 1 Kencong optimis, konsistensi dalam merawat ketahanan pangan dari lingkungan satuan pendidikan kecil ini akan melahirkan generasi muda yang tangguh, produktif, dan siap mendukung ketahanan pangan nasional di masa depan.



Share:

SMAN 1 KENCONG LUNCURKAN PROGRAM SIKAP, CETAK GENERASI MUDA PEDULI KETAHANAN PANGAN

KENCONG — Upaya konkret dalam memperkuat kesadaran kemandirian pangan sejak usia dini kembali ditunjukkan oleh institusi pendidikan menengah di daerah. SMAN 1 Kencong secara resmi membuka program inovatif bertajuk SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) untuk tahun ajaran 2026/2027. Peresmian program strategis ini dipusatkan langsung di halaman sekolah, tepatnya di area kebun SIKAP SMAN 1 Kencong, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan peluncuran yang mengusung semangat peduli lingkungan dan pertanian mandiri ini berlangsung meriah dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa kelas X. Kehadiran para peserta didik tingkat awal tersebut menjadi simbol peremajaan semangat agraris dan inovasi teknologi tepat guna di lingkungan sekolah.


Acara peresmian pembukaan program SIKAP ini dibuka secara langsung oleh Kepala SMAN 1 Kencong, Bpk Andri Sulistiyono, S.Pd., M.Pd.. Turut mendampingi dan menyaksikan jalannya prosesi peluncuran tersebut jajaran wakil kepala sekolah serta dewan guru yang memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program berbasis ketahanan pangan ini.


Momentum puncak peresmian ditandai secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita yang dilanjutkan dengan pencangkulan tanah pertama di area kebun sekolah oleh Kepala SMAN 1 Kencong. Aksi simbolis ini disambut dengan tepuk tangan meriah oleh seluruh siswa kelas X dan jajaran guru yang hadir di lokasi.


Program SIKAP dirancang sebagai wadah pembelajaran kontekstual bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia pertanian modern, pemanfaatan lahan produktif, serta teknik dasar pengolahan pangan secara mandiri. Melalui program ini, SMAN 1 Kencong bertekad untuk tidak hanya membekali siswa dengan kompetensi akademik semata, tetapi juga membekali mereka dengan kecakapan hidup (life skills) yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Keberadaan kebun SIKAP di lingkungan sekolah diharapkan mampu menjadi laboratorium alam terbuka bagi para siswa kelas X. Di tempat ini, para peserta didik secara langsung akan mempraktikkan proses bercocok tanam, pengelolaan pupuk organik, hingga pemanenan hasil pertanian secara berkelanjutan.


Dengan dibukanya program SIKAP secara resmi ini, SMAN 1 Kencong optimis dapat terus melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap isu strategis nasional di bidang ketahanan dan kedaulatan pangan masa depan.

Share:

SMAN 1 Kencong Tegaskan Layanan Bebas Pungli, Pengambilan Ijazah Gratis 100%

Sebagai bentuk komitmen terhadap integritas dan transparansi, SMAN 1 Kencong menegaskan bahwa seluruh layanan yang diberikan, khususnya terkait pengambilan ijazah, terbebas dari praktik pungutan liar (pungli). Setiap lulusan berhak memperoleh ijazah mereka secara gratis 100%, tanpa biaya tambahan sepeser pun.

Kepala SMAN 1 Kencong, Bapak Muhammad Saiful Bahri, S.Ag., M.PdI., menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari tekad untuk menghadirkan layanan pendidikan yang jujur dan berkeadilan.

“Kami ingin memastikan bahwa semua siswa maupun alumni mendapatkan hak mereka tanpa harus terbebani biaya tambahan. Ijazah adalah hak siswa, bukan barang yang diperjualbelikan. SMAN 1 Kencong berkomitmen untuk menjunjung tinggi prinsip bebas pungli,dan memastikan bahwa semua ijazah sudah disampaikan kepada siswa atau alumni 100%,” tegasnya.

Kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat. Salah satu orang tua siswa, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Kami merasa lega dan sangat terbantu. Tidak ada pungutan apa pun saat mengambil ijazah. Hal ini menunjukkan bahwa lembaga benar-benar berpihak pada siswa dan keluarganya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh salah satu alumni, bahwa Proses pengambilan ijazah di SMAN 1 Kencong sangat mudah, cepat, dan benar-benar gratis. Semua alumni merasa bersyukur, dan berharap semoga kebijakan ini terus dijaga untuk angkatan-angkatan berikutnya.


Akademisi dan tokoh masyarakat menilai kebijakan ini sebagai praktik baik yang perlu ditiru. Langkah SMAN 1 Kencong ini sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. Transparansi dan pelayanan gratis dalam pengambilan ijazah adalah contoh nyata bagaimana sebuah institusi menjalankan prinsip tata kelola yang baik.

Dengan adanya kebijakan bebas pungli dan pengambilan ijazah gratis, SMAN 1 Kencong berharap kepercayaan masyarakat akan terus meningkat, sekaligus mendorong terciptanya budaya pendidikan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Share:

IHT SMAN 1 Kencong menghadirkan Pakar Pendidikan dari SEAMEO RECSAM

Kencong, 19 Juni 2025 – SMAN 1 Kencong menjadi tuan rumah pelaksanaan International Workshop bertajuk "Deep Learning Curriculum for Mindful Learning, Meaningful Learning, and Joyful Learning", sebuah program kolaborasi strategis antara Indonesia dan Malaysia melalui In Country Course 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Gajah Mada, Lantai 2 SMAN 1 Kencong, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dan menghadirkan sejumlah narasumber internasional dan nasional.

Workshop ini dihadiri oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari SMAN 1 Kencong serta GTK dari SMAN Umbulsari dan SMAN Balung. Mereka berkumpul untuk mendalami dan mendiskusikan kurikulum pembelajaran mendalam yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademis, tetapi juga memperhatikan aspek kesadaran emosional, keterlibatan bermakna, dan kegembiraan dalam belajar.

Turut hadir dan memberikan sambutan pembukaan, Pengawas Bina SMA, Bapak Iswanto, S.Pd., M.Pd., mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan mutu pendidikan, khususnya dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama dari SEAMEO RECSAM (Southeast Asian Ministers of Education Organization – Regional Centre for Education in Science and Mathematics) Dr. Bala Murali Tanimale, seorang pakar sains yang telah lama aktif dalam pengembangan kurikulum dan pelatihan guru di kawasan Asia Tenggara serta Dr. Sayyed Yusoff bin Syed Hussein, Deputi Direktur Bidang Pelatihan dan Penelitian SEAMEO RECSAM, yang menyampaikan materi tentang integrasi pendekatan Deep learning Curricuum dalam pembelajaran.

Melalui sesi presentasi, diskusi kelompok, dan refleksi, peserta workshop tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga pengalaman praktis untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing. Para guru diajak untuk mendesain pembelajaran yang tidak hanya fokus pada konten, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.

Kepala SMAN 1 Kencong, dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah kegiatan berskala internasional ini. "Ini adalah momentum penting bagi sekolah kami dan sekolah-sekolah sekitar untuk memperluas wawasan dan memperkuat kompetensi guru dalam menghadirkan pendidikan yang lebih manusiawi dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Workshop ditutup dengan sesi refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut, di mana para peserta merancang strategi penerapan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning dalam kurikulum sekolah masing-masing. Suasana keakraban, semangat kolaboratif, dan optimisme tinggi tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir acara.

Kegiatan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya transformasi pendidikan di wilayah Jember, serta menandai komitmen bersama antara Indonesia dan Malaysia dalam meningkatkan kualitas guru dan pembelajaran di kawasan Asia Tenggara.

Share:

Video kami

Hari Sumpah Pemuda ke 98

Pesan Kepala Sekolah

Kepala Sekolah

"Pendidikan adalah kunci pembuka masa depan. Mari terus berinovasi, berprestasi, dan menjaga integritas demi kemajuan bersama."

Andri Sulistiyono, S.Pd., M.Pd.

Kepala Sekolah

Pengunjung

Terpopuler

Powered by Blogger.

Ads block

Banner 728x90px

Cari di Blog

Kategori

Berita Terkini

6-latest-350px-course

Kami ada di

Tim Kreatif

Kampus Kami

Pengikut