Showing posts with label SSK. Show all posts
Showing posts with label SSK. Show all posts

RAWAT KEMANDIRIAN PANGAN, SISWA SMAN 1 KENCONG GALAKKAN PERAWATAN BERGILIR KEBUN SIKAP

KENCONG — Semangat gotong royong dan kesadaran terhadap kemandirian pangan terus bersemi di lingkungan SMAN 1 Kencong. Sebagai wujud nyata dalam merealisasikan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur yakni SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan), para siswa secara konsisten melaksanakan kegiatan perawatan kebun sekolah secara berkala dan bergiliran, Jumat (4/9/2026).

Program SIKAP yang sebelumnya telah diresmikan di area halaman sekolah kini telah bertransformasi menjadi laboratorium hidup yang dikelola penuh oleh tangan-tangan kreatif para peserta didik. Setiap kelas di SMAN 1 Kencong mendapatkan tanggung jawab atas kapling kebun masing-masing, yang dirawat secara kontinyu melalui sistem jadwal piket bergiliran.

Aktivitas perawatan yang meliputi penyiraman tanaman, penyiangan rumput liar, pemupukan organik, hingga pemantauan pertumbuhan bibit sayuran ini dilakukan di sela-sela jam istirahat maupun jam pelajaran praktik tertentu. Keterlibatan aktif ini dirancang agar para siswa tidak hanya memahami teori pertanian secara akademis, tetapi juga merasakan langsung pengalaman praktis merawat tanaman produktif.


Pihak sekolah mengapresiasi tinggi dedikasi para siswa yang menjalankan tanggung jawab ini dengan penuh kesadaran tanpa harus diingatkan. Melalui sistem perawatan bergiliran ini, nilai-nilai kedisiplinan, rasa tanggung jawab kolektif, serta kecintaan terhadap sektor agraris tertanam kuat dalam diri setiap pelajar.


Kehadiran Kebun SIKAP yang terus terawat dengan baik ini diharapkan mampu menjadi model percontohan sekolah mandiri pangan di tingkat regional. SMAN 1 Kencong optimis, konsistensi dalam merawat ketahanan pangan dari lingkungan satuan pendidikan kecil ini akan melahirkan generasi muda yang tangguh, produktif, dan siap mendukung ketahanan pangan nasional di masa depan.



Share:

Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMAN 1 Kencong, Padukan Nilai Keagamaan dan Kreativitas Siswa

Kencong, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SMAN 1 Kencong berlangsung semarak dan penuh makna. Bertempat di halaman SMAN 1 Kencong, Selasa (1/9/2026), kegiatan diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang memadukan nilai keagamaan, kreativitas, kebersamaan, dan pendidikan karakter.

Berbeda dari sekadar kegiatan seremonial, peringatan Maulid Nabi tahun ini dikemas melalui dua agenda utama yang melibatkan seluruh siswa, yakni Lomba Kreasi Ancak Agung dan Lomba Baca Puisi bertema Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bpk. Mohammad Shodili, S.Pd. yang mewakili Kepala SMAN 1 Kencong. Kehadiran seluruh warga sekolah semakin menambah semarak sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Lomba Kreasi Ancak Agung. Para siswa menunjukkan kreativitas dan kekompakan dalam membuat serta menata ancak dengan berbagai bentuk dan kreasi.


Proses tersebut tidak hanya menuntut kemampuan menghasilkan karya yang menarik, tetapi juga membutuhkan kerja sama dan pembagian tugas yang baik antarsiswa. Setiap kelompok berusaha menuangkan ide dan kreativitas mereka untuk menghasilkan ancak terbaik.

Di balik kegiatan tersebut, terdapat nilai pendidikan yang penting. Siswa belajar tentang gotong royong, tanggung jawab, kreativitas, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja dalam tim.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal dan melestarikan nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat dalam suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Semangat peringatan Maulid Nabi semakin terasa melalui Lomba Baca Puisi bertema Maulid Nabi Muhammad SAW.

Para peserta tampil di hadapan warga sekolah dengan membawakan puisi yang mengangkat berbagai nilai dan keteladanan Rasulullah. Dengan ekspresi, penghayatan, dan kemampuan olah vokal, para siswa berusaha menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui karya sastra.


Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya dilatih untuk berani tampil di depan publik, tetapi juga diajak untuk memahami nilai-nilai luhur yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepedulian, kesantunan, serta sikap menghargai sesama menjadi nilai-nilai yang relevan untuk terus ditanamkan kepada generasi muda.

Bagi SMAN 1 Kencong, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengenang kelahiran Rasulullah.

Momentum ini menjadi bagian dari proses pendidikan karakter, di mana peserta didik diajak untuk mengenal keteladanan Rasulullah sekaligus berusaha menerapkannya dalam kehidupan.

Pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui pembelajaran di dalam kelas. Berbagai kegiatan sekolah juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman, interaksi, kreativitas, dan kebersamaan.

Melalui kegiatan Maulid Nabi, siswa diharapkan mampu memahami bahwa keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.


Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMAN 1 Kencong menjadi gambaran bagaimana kegiatan keagamaan dapat dikemas secara kreatif dan edukatif.

Perpaduan antara nilai religius, seni, budaya, dan kreativitas memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Mereka tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menciptakan, menampilkan, dan mengapresiasi karya.

Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Kencong terus berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa secara utuh—baik dalam aspek akademik, kreativitas, sosial, maupun karakter.

Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi tentang menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah dalam sikap dan perilaku generasi muda.

Dari halaman SMAN 1 Kencong, semangat itu terus ditanamkan: mengenang keteladanan, menumbuhkan akhlak, dan menginspirasi generasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.



Share:

SMAN 1 KENCONG UKIR PRESTASI NASIONAL, RAIH PERINGKAT KETIGA DI AJANG KPP MINING YOUTH IN ACTION 2

JAKARTA — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh institusi pendidikan daerah di kancah nasional. SMAN 1 Kencong sukses mengharumkan nama sekolah setelah dinobatkan sebagai peraih Predikat Terbaik ke-3 dalam ajang bergengsi KPP MINING Youth in Action (YIA) 2, sebuah program nasional yang diselenggarakan oleh KPP Mining, member of Astra.

Puncak apresiasi yang tertuang dalam acara Awarding Day tersebut diselenggarakan di Gedung Pamapersada Nusantara, Jakarta Timur, pada 26 hingga 29 Agustus 2026. Di tengah ketatnya persaingan dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah di seluruh penjuru tanah air, delegasi SMAN 1 Kencong membuktikan kapasitasnya melalui proyek sosial unggulan bertajuk "Transformasi Gizi Sehat dan Zero Food Waste melalui Model Kantin SANTIKA (Sehat, Anti Sisa dan Konsumsi Berkelanjutan)".

Acara penganugerahan tingkat nasional ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia Kementerian PPN/Bappenas, Bapak Pungkas Bahjuri Ali, S.Tp., M.S., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kontribusi nyata generasi muda dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.


Kemeriahan acara turut dihadiri oleh Presiden Direktur PT KPP Mining, Bapak Wahyu Widaryanto. Dalam pidatonya, beliau menegaskan komitmen kuat perusahaan terhadap pemberdayaan generasi muda agar senantiasa melahirkan inovasi solutif bagi permasalahan di lingkungan sekitar. Dukungan senada juga disampaikan oleh Staf Khusus Kemendikdasmen, Ibu Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam merancang setiap proyek inovatif pelajar.

Keberhasilan SMAN 1 Kencong merangsek ke jajaran tiga besar nasional tidak lepas dari keunggulan konsep Kantin SANTIKA. Proyek sosial ini dinilai berhasil menjawab dua isu krusial sekaligus, yakni peningkatan kualitas gizi sehat bagi pelajar dan mitigasi limbah makanan (zero food waste) melalui pendekatan konsumsi yang berkelanjutan. Model kantin ini mengintegrasikan edukasi ekologis langsung ke dalam ekosistem harian sekolah.


Perolehan predikat terbaik ketiga ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan dan daya kritis siswa di SMAN 1 Kencong mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional. Pihak sekolah berharap pencapaian ini dapat menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Share:

Dominasi Lintasan Renang Jawa Timur, Tiga Srikandi SMAN 1 Kencong Borong Medali di Dira Short Course 2026

JEMBER — Tiga atlet muda berbakat dari SMA Negeri 1 Kencong, Jember, berhasil mengukir prestasi gemilang dalam ajang Dira Short Course Swimming Competition 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur. Kompetisi renang antar-pelajar terbuka yang diselenggarakan di Dira Water Park Balung pada 22–23 Agustus 2026 ini menjadi saksi ketangguhan ketiga perenang putri tersebut dalam memborong belasan gelar juara.

Tampil luar biasa, Mutiara Destria Walidah (Kelas X.10) sukses menyabet gelar Atlet Terbaik Kelompok Umur (KU) 2010 setelah mendominasi podium tertinggi. Mutiara berhasil memborong Juara 1 pada 7 cabang sekaligus, meliputi 100 M Gaya Ganti Perorangan, 50 M & 100 M Gaya Bebas, 50 M Gaya Punggung, 50 M Gaya Kupu-kupu, serta 50 M & 100 M Gaya Dada.


Sementara itu, Queenara Kayla Priandra (Kelas X.6) menunjukkan konsistensinya dengan mengamankan Juara 2 di empat nomor perlombaan: 50 M Gaya Punggung, 50 M Gaya Bebas, 100 M Gaya Bebas, dan Estafet Mix 4x50 M Gaya Bebas.

Lengkap melengkapi dominasi tim, Madyana Eky Erlinda (Kelas X.9) turut menyumbangkan rentetan trofi. Madyana meraih Juara 2 pada tiga cabang (50 M Gaya Dada, 50 M Gaya Kupu-kupu, dan Estafet Mix 4x50 M Gaya Bebas) serta Juara 3 pada dua nomor lainnya (100 M Gaya Dada dan 50 M Gaya Punggung).

Kepala SMAN 1 Kencong, Andri Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian luar biasa para siswinya yang telah mengharumkan nama sekolah dan daerah di kancah regional.


Rincian Perolehan Medali Srikandi SMAN 1 Kencong

Mutiara Destria Walidah (X.10)

   * Gelar: Atlet Terbaik KU 2010

   * Juara 1 (7 Nomor): 100 M Gaya Ganti Perorangan, 50 M Gaya Bebas, 100 M Gaya Bebas, 50 M Gaya Punggung, 50 M Gaya Kupu-kupu, 50 M Gaya Dada, 100 M Gaya Dada.

Queenara Kayla Priandra (X.6)

   * Juara 2 (4 Nomor): 50 M Gaya Punggung, 50 M Gaya Bebas, 100 M Gaya Bebas, Estafet Mix 4x50 M Gaya Bebas.

Madyana Eky Erlinda (X.9)

   * Juara 2 (3 Nomor): 50 M Gaya Dada, 50 M Gaya Kupu-kupu, Estafet Mix 4x50 M Gaya Bebas.

   * Juara 3 (2 Nomor): 100 M Gaya Dada, 50 M Gaya Punggung.

Share:

Semangat Kemerdekaan ke-81 Menggema di SMAN 1 Kencong

Kencong - Deretan siswa berdiri rapi di lapangan upacara SMAN 1 Kencong. Di hadapan mereka, Sang Merah Putih perlahan dikibarkan, sementara lagu kebangsaan menggema di antara barisan peserta upacara. Pagi itu, suasana sekolah sejenak membawa seluruh warga SMAN 1 Kencong pada satu kesadaran, kemerdekaan yang dinikmati hari ini memiliki sejarah panjang dan perjuangan yang tidak ringan.

Momen tersebut hadir dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di lapangan upacara SMAN 1 Kencong.

Bagi para siswa, upacara kemerdekaan bukan sekadar rutinitas tahunan. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali melihat arti perjuangan dari sudut pandang generasi yang hidup dalam suasana merdeka.

Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Dian Farida Pramanasari, S.Pd., selaku Wakil Kepala SMAN 1 Kencong Bidang Humas. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak memandang kemerdekaan hanya sebagai sejarah yang diperingati setiap tahun.

Kemerdekaan, menurutnya, harus diisi dengan hal-hal yang memberikan manfaat bagi bangsa. Bagi seorang pelajar, perjuangan itu dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, membangun prestasi, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Pesan tersebut terasa dekat dengan kehidupan para siswa. Mereka memang tidak mengalami perjuangan fisik sebagaimana generasi terdahulu. Namun, mereka memiliki medan perjuangan yang berbeda: ruang kelas, lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi, tantangan zaman, dan tanggung jawab untuk menentukan masa depan bangsa.

Di lapangan upacara, kibaran Merah Putih seolah menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki tugasnya masing-masing. Jika generasi terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk merawat kemerdekaan dan mengisinya dengan karya. Pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.

Di SMAN 1 Kencong, semangat itu terus ditanamkan melalui berbagai aktivitas pendidikan dan pembentukan karakter. Para siswa tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga dibiasakan memiliki disiplin, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya bukan hanya tentang angka yang bertambah dari tahun ke tahun. Ada refleksi tentang perjalanan bangsa dan pertanyaan sederhana yang perlu dijawab oleh setiap generasi, apa yang akan kita lakukan dengan kemerdekaan yang telah diwariskan kepada kita?

Bagi siswa SMAN 1 Kencong, jawabannya mungkin dimulai dari hal-hal sederhana, datang ke sekolah dengan semangat, belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, menjaga persahabatan, menghargai perbedaan, berani bermimpi, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Terkadang, ia dimulai dari seorang siswa yang memilih untuk tetap belajar ketika menghadapi kesulitan. Dari seorang anak muda yang memilih menjaga persatuan ketika perbedaan muncul. Atau dari generasi yang memilih menggunakan pengetahuan dan teknologi untuk berkarya, bukan sekadar menjadi penonton perubahan.

Upacara di SMAN 1 Kencong pun berakhir. Barisan mulai dibubarkan, para siswa kembali ke aktivitas masing-masing. Namun pesan tentang kemerdekaan diharapkan tidak ikut berakhir ketika lapangan kembali sepi.

Merah Putih telah berkibar. Perjuangan telah diwariskan. Kini, giliran generasi muda menentukan bagaimana cerita Indonesia berikutnya akan ditulis.

SMAN 1 Kencong, dari ruang pendidikan, menyiapkan generasi yang tidak hanya menikmati kemerdekaan, tetapi juga siap mengisinya dengan karya.

Share:

SMAN 1 KENCONG GELAR AKSI BERSIH SERENTAK SAMBUT HUT RI KE-81, PERKUAT SINERGI WARGA SEKOLAH

KENCONG — Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, SMAN 1 Kencong menggelar aksi bersih-bersih lingkungan sekolah secara serentak, Jumat (14/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari program rutin sekolah, yakni JUM’AT SEGAR (Jumat Sehat dan Bugar), yang kali ini dikemas secara spesial dengan semangat nasionalisme dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Pagi itu, area sekolah tampak semarak dengan keterlibatan seluruh keluarga besar SMAN 1 Kencong. Jika biasanya Jumat Segar didominasi oleh senam seluruh warga sekolah, edisi kali ini menghadirkan suasana berbeda dengan penampilan senam khusus dari Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan SMAN 1 Kencong. Kehadiran dan antusiasme para ibu-ibu dalam berolahraga menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk memulai aktivitas dengan energi positif.


Usai kegiatan olahraga, fokus beralih pada aksi bersih-bersih kelas yang melibatkan seluruh siswa dengan pendampingan intensif dari wali kelas dan guru pendamping. Tidak sekadar membersihkan, aksi ini dikompetisikan melalui Lomba Kelas Bersih yang akan dinilai oleh tim juri secara berkala.

Salah satu guru menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) siswa terhadap lingkungan belajarnya. "Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem kelas yang bersih, indah, aman, dan nyaman. Dengan lingkungan yang kondusif, proses belajar-mengajar tentu akan jauh lebih optimal," ujarnya di sela-sela peninjauan kebersihan kelas.


Tim juri yang terdiri dari perwakilan guru dan staf sekolah telah menetapkan kriteria penilaian yang ketat, mulai dari kerapian penataan ruang, kebersihan area meja dan kursi, hingga pengelolaan sampah di dalam kelas. Penilaian yang dilakukan secara berkala ini diharapkan mampu menjaga konsistensi siswa dalam merawat fasilitas kelas sepanjang tahun, bukan hanya saat perlombaan berlangsung.

Aksi serentak ini tidak hanya menjadi simbol kebersihan fisik, tetapi juga refleksi dari nilai perjuangan dan gotong royong dalam menyongsong HUT RI ke-81. Dengan mengintegrasikan program Jumat Segar dengan aksi bersih lingkungan yang terstruktur, SMAN 1 Kencong berharap dapat menanamkan pola hidup sehat sekaligus karakter peduli lingkungan kepada generasi muda.


Melalui sinergi antara siswa, wali kelas, guru pendamping, dan dukungan penuh dari Dharma Wanita Persatuan, SMAN 1 Kencong optimis mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi teladan dalam praktik kebersihan dan kesehatan di tingkat regional.



Share:

SMAN 1 KENCONG LUNCURKAN PROGRAM SIKAP, CETAK GENERASI MUDA PEDULI KETAHANAN PANGAN

KENCONG — Upaya konkret dalam memperkuat kesadaran kemandirian pangan sejak usia dini kembali ditunjukkan oleh institusi pendidikan menengah di daerah. SMAN 1 Kencong secara resmi membuka program inovatif bertajuk SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) untuk tahun ajaran 2026/2027. Peresmian program strategis ini dipusatkan langsung di halaman sekolah, tepatnya di area kebun SIKAP SMAN 1 Kencong, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan peluncuran yang mengusung semangat peduli lingkungan dan pertanian mandiri ini berlangsung meriah dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa kelas X. Kehadiran para peserta didik tingkat awal tersebut menjadi simbol peremajaan semangat agraris dan inovasi teknologi tepat guna di lingkungan sekolah.


Acara peresmian pembukaan program SIKAP ini dibuka secara langsung oleh Kepala SMAN 1 Kencong, Bpk Andri Sulistiyono, S.Pd., M.Pd.. Turut mendampingi dan menyaksikan jalannya prosesi peluncuran tersebut jajaran wakil kepala sekolah serta dewan guru yang memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program berbasis ketahanan pangan ini.


Momentum puncak peresmian ditandai secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita yang dilanjutkan dengan pencangkulan tanah pertama di area kebun sekolah oleh Kepala SMAN 1 Kencong. Aksi simbolis ini disambut dengan tepuk tangan meriah oleh seluruh siswa kelas X dan jajaran guru yang hadir di lokasi.


Program SIKAP dirancang sebagai wadah pembelajaran kontekstual bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia pertanian modern, pemanfaatan lahan produktif, serta teknik dasar pengolahan pangan secara mandiri. Melalui program ini, SMAN 1 Kencong bertekad untuk tidak hanya membekali siswa dengan kompetensi akademik semata, tetapi juga membekali mereka dengan kecakapan hidup (life skills) yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Keberadaan kebun SIKAP di lingkungan sekolah diharapkan mampu menjadi laboratorium alam terbuka bagi para siswa kelas X. Di tempat ini, para peserta didik secara langsung akan mempraktikkan proses bercocok tanam, pengelolaan pupuk organik, hingga pemanenan hasil pertanian secara berkelanjutan.


Dengan dibukanya program SIKAP secara resmi ini, SMAN 1 Kencong optimis dapat terus melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap isu strategis nasional di bidang ketahanan dan kedaulatan pangan masa depan.

Share:

TEGASKAN PENTINGNYA KEDISIPLINAN, SMAN 1 KENCONG GELAR UPACARA BENDERA

KENCONG — Menyongsong pekan baru dengan semangat nasionalisme dan kedisiplinan yang tinggi, SMAN 1 Kencong kembali melaksanakan agenda rutinitas mingguan berupa upacara pengibaran bendera merah putih. Kegiatan sakral yang dilangsungkan di lapangan utama sekolah ini diikuti dengan penuh kekhidmatan oleh seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh peserta didik pada Senin (10/8/2026).

Bertindak sebagai pembina upacara pada kesempatan kali ini adalah Bapak Ahmad Marzuk, M.Pd. Kehadiran beliau di tengah barisan peserta upacara memberikan energi positif tersendiri bagi seluruh warga sekolah.

Rangkaian upacara berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan tata protokol yang berlaku. Pasukan pengibar bendera sekolah sukses menjalankan tugasnya dengan langkah tegap dan presisi saat mengibarkan sang saka merah putih, diiringi oleh alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara serentak oleh seluruh peserta upacara. Suasana khidmat semakin terasa ketika seluruh peserta menundukkan pandangan sejenak untuk mengikuti prosesi mengheningkan cipta, mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa.


Dalam amanatnya yang disampaikan di hadapan seluruh peserta upacara, Bapak Ahmad Marzuk, M.Pd. memusatkan perhatian penuh pada nilai-nilai fundamental yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap pelajar, yakni kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Beliau menggarisbawahi bahwa kedisiplinan bukanlah sebuah bentuk hukuman atau kekangan, melainkan sebuah kebutuhan dasar serta investasi jangka panjang bagi masa depan setiap individu.

Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa tanggung jawab merupakan cerminan dari kematangan mental seorang siswa. Tanggung jawab tersebut harus diimplementasikan secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari di sekolah, mulai dari ketepatan waktu hadir di gerbang sekolah, ketaatan terhadap tata tertib berpakaian, keseriusan dalam mengikuti kegiatan proses belajar-mengajar di dalam kelas, hingga kepedulian terhadap kebersihan dan ketertiban fasilitas umum milik bersama.


Pihak sekolah menilai bahwa penanaman nilai kedisiplinan dan tanggung jawab ini sangat krusial untuk terus digaungkan secara berkala. Di tengah dinamika era modern yang serba cepat dan penuh distraksi, pembentukan karakter luhur melalui pembiasaan upacara bendera diharapkan mampu membentengi para siswa dari pengaruh negatif serta membentuk mentalitas generasi muda yang tangguh, tanggap, dan berintegritas tinggi.

Pelaksanaan upacara bendera di SMAN 1 Kencong ini tidak sekadar dipandang sebagai rutinitas administratif seremonial semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi institusi sekolah untuk merawat semangat kebangsaan, memupuk rasa cinta tanah air, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga sekolah.


Melalui penyampaian amanat yang sarat akan nilai moral dan kedisiplinan oleh Bapak Ahmad Marzuk, M.Pd., SMAN 1 Kencong optimis dapat terus mencetak lulusan-lulusan yang tidak hanya unggul dan berprestasi secara intelektual di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang luhur, patuh pada aturan, serta siap mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin masa depan bangsa.

Share:

SEMARAK JUMAT SEGAR SMAN 1 KENCONG: WUJUDKAN WARGA SEKOLAH BUGAR DAN PEDULI BUMI

KENCONG — SMAN 1 Kencong kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan fisik dan kelestarian lingkungan. Hal ini dibuktikan melalui konsistensi pelaksanaan program unggulan bertajuk JUMAT SEGAR (Jumat Sehat dan Bugar) yang rutin digelar setiap hari Jumat di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh keluarga besar SMAN 1 Kencong, mulai dari jajaran dewan guru, staf tenaga kependidikan, hingga ratusan siswa, ini dipusatkan di halaman utama sekolah pada Jumat pagi (7/8). Suasana penuh semangat tampak jelas tatkala seluruh peserta dengan antusias mengikuti rangkaian senam bersama yang dipandu oleh salah satu guru Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

Kepala SMAN 1 Kencong menjelaskan bahwa program Jumat Segar dirancang bukan sekadar agenda rutin pelemas otot semata. Lebih dari itu, program ini memuat dua misi besar yang sejalan dengan tantangan zaman saat ini: peningkatan indeks kesehatan jasmani dan kampanye penghematan energi serta bahan bakar minyak (BBM).

Melalui senam bersama di sekolah, sekolah ingin mengajak seluruh warga sekolah untuk membudayakan pola hidup sehat. Di sisi lain, kegiatan berkumpul dan beraktivitas di lingkungan sekolah ini juga menjadi bentuk aksi nyata mendukung program hemat energi dan pengurangan emisi kendaraan.


Keutamaan dari program Jumat Segar terletak pada integrasi nilai-nilai kebugaran jasmani dan kepedulian ekologis. Di tengah kesibukan rutinitas belajar-mengajar selama sepekan penuh, aktivitas fisik di luar ruangan terbukti efektif memulihkan kebugaran mental dan fisik para siswa.

Selain itu, aspek hemat energi dan BBM yang diusung dalam program ini diterjemahkan melalui pembiasaan cerdas energi di area sekolah. Seluruh warga sekolah diajak untuk meminimalkan penggunaan perangkat elektronik di kelas saat kegiatan berlangsung, serta menekan mobilitas kendaraan pribadi guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau dan ramah lingkungan (green school).


Sejumlah siswa mengaku menyambut antusias program ini. Selain menjadi sarana melepas penat dari pelajaran di dalam kelas, kegiatan ini juga memupuk rasa kebersamaan dan solidaritas antarangkatan.

Dengan konsistensi pelaksanaan program Jumat Segar, SMAN 1 Kencong optimis dapat terus melahirkan bibit-bibit generasi bangsa yang prima secara fisik, tanggap terhadap isu lingkungan, serta siap menjadi pelopor perubahan positif di tengah masyarakat luas.

Share:

Kisah Katak Tuli Warnai Amanat Upacara di SMAN 1 Kencong, Ajarkan Siswa Tak Gentar Mengejar Mimpi

Jember — Senin pagi tidak sekadar menjadi rutinitas upacara bagi keluarga besar SMAN 1 Kencong. Di balik barisan yang tertib dan prosesi pengibaran bendera, terselip pesan tentang keberanian mengejar mimpi, keteguhan menghadapi tantangan, serta pentingnya tidak membiarkan suara-suara negatif menghentikan langkah.

Pesan tersebut disampaikan Kepala SMAN 1 Kencong, BpkAndri Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., saat bertindak sebagai pembina upacara bendera pada Senin, 3 Agustus 2026.

Upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung di halaman SMAN 1 Kencong. Dalam amanatnya, Bpk. Andri menyampaikan sebuah kisah inspiratif tentang sekelompok katak yang berlomba mencapai puncak sebuah pohon.

Kisah tersebut bermula ketika sejumlah katak mengikuti perlombaan untuk mencapai puncak. Tantangannya tidak mudah. Di bawah, suara penonton justru dipenuhi teriakan yang meragukan kemampuan para peserta. Mereka meneriakkan bahwa tujuan yang hendak dicapai terlalu tinggi dan mustahil untuk ditaklukkan.

Satu per satu katak mulai kehilangan semangat. Sebagian menyerah setelah merasa lelah, sementara yang lainnya terpengaruh oleh suara-suara yang terus melemahkan keyakinan mereka. Hingga akhirnya hanya tersisa satu katak yang terus bergerak menuju puncak.

Tak terpengaruh oleh situasi di sekelilingnya, katak tersebut terus memanjat. Perlahan tetapi pasti, ia akhirnya berhasil mencapai puncak dan menjadi satu-satunya peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan.

Yang membuat kisah tersebut semakin menarik, ternyata katak yang berhasil mencapai puncak itu adalah seekor katak tuli. Karena tidak dapat mendengar teriakan negatif dari penonton, ia justru mengira suara-suara tersebut sebagai sorakan dukungan dan penyemangat.

Kisah sederhana itu kemudian menjadi refleksi bagi para peserta upacara.

Menurut Andri, perjalanan menuju keberhasilan sering kali tidak selalu mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar. Ada kalanya seseorang harus berhadapan dengan keraguan, kritik, bahkan perkataan yang dapat melemahkan semangat.

Namun, hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya tidak mudah terpengaruh oleh ejekan dan perkataan yang meremehkan kemampuan, tetap fokus terhadap tujuan, serta menjaga pikiran positif ketika menghadapi berbagai hambatan.

Bagi para pelajar, pesan tersebut menjadi relevan dalam menghadapi perjalanan pendidikan. Setiap siswa memiliki kemampuan dan cita-cita yang berbeda. Karena itu, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh ketekunan, keberanian, dan kemampuan mempertahankan semangat ketika menghadapi kegagalan.

Kisah katak tuli tersebut juga mengajarkan bahwa cara seseorang memandang sebuah keadaan dapat memengaruhi langkah yang diambil. Suara yang bagi sebagian orang menjadi tekanan, dapat dimaknai sebagai energi untuk terus bergerak maju.

Melalui amanat tersebut, upacara bendera di SMAN 1 Kencong kembali menjadi ruang pendidikan karakter yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pesan-pesan moral yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan di sekolah maupun kehidupan di masa mendatang.

Bagi keluarga besar SMAN 1 Kencong, pendidikan bukan hanya tentang bagaimana siswa memperoleh pengetahuan, tetapi juga bagaimana mereka dibentuk menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, pantang menyerah, dan mampu menentukan arah masa depannya.

Seperti katak yang akhirnya mencapai puncak karena terus melangkah, para siswa pun diingatkan untuk tidak membiarkan keraguan orang lain menentukan batas kemampuan mereka.

Sebab, terkadang yang paling menentukan keberhasilan bukan seberapa keras suara yang mengatakan “kamu tidak bisa”, melainkan seberapa kuat seseorang meyakini bahwa ia mampu terus mencoba dan mencapai tujuan.


Repoeter : Cak Narto

 

Share:

Peringati Hari Pendidikan Nasional, SMAN 1 Kencong Gelar Upacara Khidmat

Kencong — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, SMAN 1 Kencong menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman sekolah, pada hari Senin, 4 Mei 2026.

Upacara tersebut diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, serta tenaga kependidikan. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMAN 1 Kencong menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci utama dalam membangun masa depan bangsa.

Dalam amanatnya, pembina upacara mengajak seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan semangat belajar, mengembangkan potensi diri, serta menanamkan karakter yang kuat di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.


“Pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat, dimulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, hingga doa penutup.


Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peran seluruh elemen pendidikan dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.


Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat belajar dan dedikasi dalam dunia pendidikan terus tumbuh di lingkungan SMAN 1 Kencong, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dalam mencetak generasi unggul bagi masa depan Indonesia.

 

Penulis : Cak Narto

Share:

Perkuat Pemahaman SPMB 2026, Rayon IV Cabdin Wilayah Jember Gelar Sosialisasi

Kencong — Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember melalui Rayon IV menggelar kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh satuan pendidikan tingkat SMA/SMK serta SMP/MTs.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di SMAN 1 Kencong ini dihadiri oleh kepala sekolah dan operator dari tujuh SMA dan SMK negeri anggota Rayon IV, yakni SMAN 1 Kencong, SMAN Umbulsari, SMAN 1 Tanggul, SMAN 2 Tanggul, SMKN 6 Jember, SMKN 7 Jember, dan SMKN 8 Jember. Selain itu, turut hadir pula perwakilan kepala sekolah dan operator dari 25 SMP dan MTs yang berasal dari wilayah Gumukmas, Umbulsari, Kencong, Sumberbaru, Tanggul, dan Jombang.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan dari pihak penyelenggara. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memberikan pemahaman yang komprehensif terkait pelaksanaan SPMB 2026 agar berjalan secara transparan, objektif, dan akuntabel.

Memasuki inti acara, peserta mendapatkan pemaparan materi sosialisasi yang mencakup mekanisme pelaksanaan SPMB, jalur penerimaan peserta didik baru, persyaratan, hingga teknis pendaftaran. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam memberikan informasi yang tepat dan jelas kepada masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi pemaparan materi dan diskusi yang berjalan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan guna memastikan pemahaman yang utuh terkait prosedur SPMB tahun 2026.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan pemutaran video profil sekolah dari masing-masing SMA dan SMK anggota Rayon IV. Kegiatan ini menjadi sarana promosi sekaligus memperkenalkan program unggulan, fasilitas, serta potensi yang dimiliki masing-masing sekolah kepada peserta yang hadir.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat memiliki pemahaman yang sama terkait pelaksanaan SPMB 2026, sehingga mampu memberikan informasi yang akurat kepada calon peserta didik dan masyarakat luas.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar proses penerimaan peserta didik baru tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.


Penulis : Cak Narto

Share:

Video kami

Hari Kesaktian Pancasila

Pengunjung

Terpopuler

Powered by Blogger.

Ads block

Banner 728x90px

Cari di Blog

Kategori

Berita Terkini

6-latest-350px-course