SEMARAK JUMAT SEGAR SMAN 1 KENCONG: WUJUDKAN WARGA SEKOLAH BUGAR DAN PEDULI BUMI

KENCONG — SMAN 1 Kencong kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan fisik dan kelestarian lingkungan. Hal ini dibuktikan melalui konsistensi pelaksanaan program unggulan bertajuk JUMAT SEGAR (Jumat Sehat dan Bugar) yang rutin digelar setiap hari Jumat di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh keluarga besar SMAN 1 Kencong, mulai dari jajaran dewan guru, staf tenaga kependidikan, hingga ratusan siswa, ini dipusatkan di halaman utama sekolah pada Jumat pagi (7/8). Suasana penuh semangat tampak jelas tatkala seluruh peserta dengan antusias mengikuti rangkaian senam bersama yang dipandu oleh salah satu guru Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

Kepala SMAN 1 Kencong menjelaskan bahwa program Jumat Segar dirancang bukan sekadar agenda rutin pelemas otot semata. Lebih dari itu, program ini memuat dua misi besar yang sejalan dengan tantangan zaman saat ini: peningkatan indeks kesehatan jasmani dan kampanye penghematan energi serta bahan bakar minyak (BBM).

Melalui senam bersama di sekolah, sekolah ingin mengajak seluruh warga sekolah untuk membudayakan pola hidup sehat. Di sisi lain, kegiatan berkumpul dan beraktivitas di lingkungan sekolah ini juga menjadi bentuk aksi nyata mendukung program hemat energi dan pengurangan emisi kendaraan.


Keutamaan dari program Jumat Segar terletak pada integrasi nilai-nilai kebugaran jasmani dan kepedulian ekologis. Di tengah kesibukan rutinitas belajar-mengajar selama sepekan penuh, aktivitas fisik di luar ruangan terbukti efektif memulihkan kebugaran mental dan fisik para siswa.

Selain itu, aspek hemat energi dan BBM yang diusung dalam program ini diterjemahkan melalui pembiasaan cerdas energi di area sekolah. Seluruh warga sekolah diajak untuk meminimalkan penggunaan perangkat elektronik di kelas saat kegiatan berlangsung, serta menekan mobilitas kendaraan pribadi guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau dan ramah lingkungan (green school).


Sejumlah siswa mengaku menyambut antusias program ini. Selain menjadi sarana melepas penat dari pelajaran di dalam kelas, kegiatan ini juga memupuk rasa kebersamaan dan solidaritas antarangkatan.

Dengan konsistensi pelaksanaan program Jumat Segar, SMAN 1 Kencong optimis dapat terus melahirkan bibit-bibit generasi bangsa yang prima secara fisik, tanggap terhadap isu lingkungan, serta siap menjadi pelopor perubahan positif di tengah masyarakat luas.

Share:

Kisah Katak Tuli Warnai Amanat Upacara di SMAN 1 Kencong, Ajarkan Siswa Tak Gentar Mengejar Mimpi

Jember — Senin pagi tidak sekadar menjadi rutinitas upacara bagi keluarga besar SMAN 1 Kencong. Di balik barisan yang tertib dan prosesi pengibaran bendera, terselip pesan tentang keberanian mengejar mimpi, keteguhan menghadapi tantangan, serta pentingnya tidak membiarkan suara-suara negatif menghentikan langkah.

Pesan tersebut disampaikan Kepala SMAN 1 Kencong, BpkAndri Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., saat bertindak sebagai pembina upacara bendera pada Senin, 3 Agustus 2026.

Upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung di halaman SMAN 1 Kencong. Dalam amanatnya, Bpk. Andri menyampaikan sebuah kisah inspiratif tentang sekelompok katak yang berlomba mencapai puncak sebuah pohon.

Kisah tersebut bermula ketika sejumlah katak mengikuti perlombaan untuk mencapai puncak. Tantangannya tidak mudah. Di bawah, suara penonton justru dipenuhi teriakan yang meragukan kemampuan para peserta. Mereka meneriakkan bahwa tujuan yang hendak dicapai terlalu tinggi dan mustahil untuk ditaklukkan.

Satu per satu katak mulai kehilangan semangat. Sebagian menyerah setelah merasa lelah, sementara yang lainnya terpengaruh oleh suara-suara yang terus melemahkan keyakinan mereka. Hingga akhirnya hanya tersisa satu katak yang terus bergerak menuju puncak.

Tak terpengaruh oleh situasi di sekelilingnya, katak tersebut terus memanjat. Perlahan tetapi pasti, ia akhirnya berhasil mencapai puncak dan menjadi satu-satunya peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan.

Yang membuat kisah tersebut semakin menarik, ternyata katak yang berhasil mencapai puncak itu adalah seekor katak tuli. Karena tidak dapat mendengar teriakan negatif dari penonton, ia justru mengira suara-suara tersebut sebagai sorakan dukungan dan penyemangat.

Kisah sederhana itu kemudian menjadi refleksi bagi para peserta upacara.

Menurut Andri, perjalanan menuju keberhasilan sering kali tidak selalu mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar. Ada kalanya seseorang harus berhadapan dengan keraguan, kritik, bahkan perkataan yang dapat melemahkan semangat.

Namun, hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya tidak mudah terpengaruh oleh ejekan dan perkataan yang meremehkan kemampuan, tetap fokus terhadap tujuan, serta menjaga pikiran positif ketika menghadapi berbagai hambatan.

Bagi para pelajar, pesan tersebut menjadi relevan dalam menghadapi perjalanan pendidikan. Setiap siswa memiliki kemampuan dan cita-cita yang berbeda. Karena itu, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh ketekunan, keberanian, dan kemampuan mempertahankan semangat ketika menghadapi kegagalan.

Kisah katak tuli tersebut juga mengajarkan bahwa cara seseorang memandang sebuah keadaan dapat memengaruhi langkah yang diambil. Suara yang bagi sebagian orang menjadi tekanan, dapat dimaknai sebagai energi untuk terus bergerak maju.

Melalui amanat tersebut, upacara bendera di SMAN 1 Kencong kembali menjadi ruang pendidikan karakter yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pesan-pesan moral yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan di sekolah maupun kehidupan di masa mendatang.

Bagi keluarga besar SMAN 1 Kencong, pendidikan bukan hanya tentang bagaimana siswa memperoleh pengetahuan, tetapi juga bagaimana mereka dibentuk menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, pantang menyerah, dan mampu menentukan arah masa depannya.

Seperti katak yang akhirnya mencapai puncak karena terus melangkah, para siswa pun diingatkan untuk tidak membiarkan keraguan orang lain menentukan batas kemampuan mereka.

Sebab, terkadang yang paling menentukan keberhasilan bukan seberapa keras suara yang mengatakan “kamu tidak bisa”, melainkan seberapa kuat seseorang meyakini bahwa ia mampu terus mencoba dan mencapai tujuan.


Repoeter : Cak Narto

 

Share:

SICINLING, Gerakan Bersama SMAN 1 Kencong Wujudkan Sekolah Hijau dan Berbudaya Lingkungan

Jember – Kepedulian terhadap lingkungan terus menjadi salah satu fokus pengembangan karakter di SMAN 1 Kencong. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program SICINLING (Sekolah Indah Cinta Lingkungan), sebuah gerakan kolaboratif yang melibatkan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman.

Program SICINLING dilaksanakan dengan melibatkan seluruh unsur sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga manajemen sekolah. Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong sebagai budaya yang terus ditanamkan di lingkungan SMAN 1 Kencong.


Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih di berbagai area sekolah. Seluruh warga sekolah bergotong royong membersihkan ruang kelas, halaman, taman, saluran air, serta sudut-sudut lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Setelah kegiatan bersih-bersih, peserta melanjutkan dengan penanaman berbagai jenis pohon dan tanaman hias di sejumlah titik strategis. Selain mempercantik lingkungan sekolah, kegiatan penghijauan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih teduh, sejuk, dan mendukung kenyamanan seluruh warga sekolah.


Penataan taman juga menjadi bagian penting dari program SICINLING. Berbagai area hijau yang telah ada ditata kembali agar semakin rapi, indah, dan memiliki nilai edukatif. Kehadiran taman yang tertata dengan baik diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus media pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui program ini, SMAN 1 Kencong terus membangun budaya sekolah yang berwawasan lingkungan. Kepedulian terhadap kebersihan, penghijauan, dan pengelolaan lingkungan tidak hanya dijadikan sebagai kegiatan sesaat, tetapi diupayakan menjadi kebiasaan yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.

Program SICINLING juga merupakan salah satu langkah strategis SMAN 1 Kencong dalam mewujudkan Sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan ke dalam budaya sekolah dan proses pendidikan. Dengan melibatkan seluruh warga sekolah secara aktif, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab setiap individu.


Lebih dari sekadar menciptakan sekolah yang bersih dan asri, SICINLING menjadi media pembentukan karakter peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan.

SMAN 1 Kencong meyakini bahwa lingkungan belajar yang hijau, sehat, dan nyaman akan mendukung terciptanya proses pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, program SICINLING akan terus dikembangkan sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh warga sekolah dalam mewujudkan sekolah yang ramah lingkungan, berkarakter, dan siap menjadi bagian dari jaringan Sekolah Adiwiyata di Indonesia.



Share:

JUMAT SEGAR, Gerakan Nyata SMAN 1 Kencong Wujudkan Sekolah Bersih dan Menuju Adiwiyata

Jember – Komitmen SMAN 1 Kencong dalam membangun budaya peduli lingkungan kembali diwujudkan melalui kegiatan JUMAT SEGAR (Jumat Sehat dan bugar). Program yang dilaksanakan secara rutin ini mengajak seluruh warga sekolah untuk bergotong royong menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan berwawasan lingkungan.

Sejak pagi, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan tampak antusias mengikuti kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan di berbagai area sekolah. Mulai dari ruang kelas, halaman, taman, saluran air, hingga sudut-sudut lingkungan sekolah dibersihkan secara bersama-sama dengan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan JUMAT SEGAR tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran karakter bagi peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, siswa dibiasakan untuk memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong sebagai bagian dari budaya sekolah.

Selain kegiatan bersih-bersih, warga sekolah juga melaksanakan penanaman berbagai jenis bunga dan pohon di sejumlah titik lingkungan sekolah. Penghijauan ini dilakukan untuk menambah keindahan, menciptakan suasana belajar yang lebih asri dan nyaman, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan sekolah.
Keberadaan tanaman hias, pohon peneduh, dan ruang terbuka hijau diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya dalam menciptakan lingkungan yang sejuk, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian alam.

Program JUMAT SEGAR merupakan salah satu langkah nyata SMAN 1 Kencong dalam mendukung program Menuju Sekolah Adiwiyata. Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekolah secara aktif, budaya peduli lingkungan terus ditanamkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Bagi SMAN 1 Kencong, mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan bukan hanya tentang menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan di mana pun mereka berada.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dipupuk melalui JUMAT SEGAR, SMAN 1 Kencong optimistis dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus melahirkan generasi yang peduli terhadap lingkungan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Share:

MPLS Ramah 2026 SMAN 1 Kencong Resmi Ditutup, Bekali Siswa Baru dengan Karakter, Disiplin, dan Kepedulian Lingkungan

Jember – Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMAN 1 Kencong resmi ditutup dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat di halaman SMAN 1 Kencong. Penutupan menjadi akhir dari proses pengenalan lingkungan sekolah yang telah berlangsung selama lima hari dengan mengedepankan pendidikan karakter, budaya sekolah, serta pembentukan pribadi peserta didik yang berintegritas.

Sebelum mengikuti prosesi penutupan, para peserta didik baru terlebih dahulu mengikuti sejumlah kegiatan edukatif. Salah satunya adalah sosialisasi dari Kepolisian yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya menaati hukum, menjaga etika dalam bermedia sosial, menghindari kenakalan remaja, serta membangun karakter sebagai pelajar yang disiplin dan bertanggung jawab.
Sebagai bentuk implementasi kepedulian terhadap lingkungan, para siswa baru juga mengikuti kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen SMAN 1 Kencong dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman sekaligus mendukung program menuju Sekolah Adiwiyata.

Dengan penuh semangat, para peserta didik bergotong royong membersihkan halaman, taman, serta berbagai sudut sekolah. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman nyata bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan.

Prosesi penutupan dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Kencong, Bapak Andri Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., selaku pembina upacara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik baru yang telah mengikuti seluruh rangkaian MPLS Ramah dengan penuh disiplin, antusias, dan tanggung jawab.

Beliau menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun budaya belajar, karakter, integritas, serta semangat kebersamaan yang akan menjadi bekal selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Kencong.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta didik baru mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat karakter, mulai dari pengenalan budaya sekolah, wawasan kebangsaan, pendidikan anti perundungan, tata tertib sekolah, penguatan profil pelajar Pancasila, hingga kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Melalui konsep MPLS Ramah, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan yang edukatif, humanis, dan menyenangkan, sehingga mampu menciptakan suasana adaptasi yang nyaman bagi peserta didik baru.

Berakhirnya MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi awal perjalanan baru bagi para siswa untuk tumbuh sebagai pribadi yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. SMAN 1 Kencong pun terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, dan kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Share:

Video kami

Hari Kesaktian Pancasila

Pengunjung

Terpopuler

Powered by Blogger.

Ads block

Banner 728x90px

Cari di Blog

Kategori

Berita Terkini

6-latest-350px-course