SMAN 1 KENCONG LUNCURKAN PROGRAM SIKAP, CETAK GENERASI MUDA PEDULI KETAHANAN PANGAN

KENCONG — Upaya konkret dalam memperkuat kesadaran kemandirian pangan sejak usia dini kembali ditunjukkan oleh institusi pendidikan menengah di daerah. SMAN 1 Kencong secara resmi membuka program inovatif bertajuk SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) untuk tahun ajaran 2026/2027. Peresmian program strategis ini dipusatkan langsung di halaman sekolah, tepatnya di area kebun SIKAP SMAN 1 Kencong, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan peluncuran yang mengusung semangat peduli lingkungan dan pertanian mandiri ini berlangsung meriah dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa kelas X. Kehadiran para peserta didik tingkat awal tersebut menjadi simbol peremajaan semangat agraris dan inovasi teknologi tepat guna di lingkungan sekolah.


Acara peresmian pembukaan program SIKAP ini dibuka secara langsung oleh Kepala SMAN 1 Kencong, Bpk Andri Sulistiyono, S.Pd., M.Pd.. Turut mendampingi dan menyaksikan jalannya prosesi peluncuran tersebut jajaran wakil kepala sekolah serta dewan guru yang memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program berbasis ketahanan pangan ini.


Momentum puncak peresmian ditandai secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita yang dilanjutkan dengan pencangkulan tanah pertama di area kebun sekolah oleh Kepala SMAN 1 Kencong. Aksi simbolis ini disambut dengan tepuk tangan meriah oleh seluruh siswa kelas X dan jajaran guru yang hadir di lokasi.


Program SIKAP dirancang sebagai wadah pembelajaran kontekstual bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia pertanian modern, pemanfaatan lahan produktif, serta teknik dasar pengolahan pangan secara mandiri. Melalui program ini, SMAN 1 Kencong bertekad untuk tidak hanya membekali siswa dengan kompetensi akademik semata, tetapi juga membekali mereka dengan kecakapan hidup (life skills) yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Keberadaan kebun SIKAP di lingkungan sekolah diharapkan mampu menjadi laboratorium alam terbuka bagi para siswa kelas X. Di tempat ini, para peserta didik secara langsung akan mempraktikkan proses bercocok tanam, pengelolaan pupuk organik, hingga pemanenan hasil pertanian secara berkelanjutan.


Dengan dibukanya program SIKAP secara resmi ini, SMAN 1 Kencong optimis dapat terus melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap isu strategis nasional di bidang ketahanan dan kedaulatan pangan masa depan.

Share:

TEGASKAN PENTINGNYA KEDISIPLINAN, SMAN 1 KENCONG GELAR UPACARA BENDERA

KENCONG — Menyongsong pekan baru dengan semangat nasionalisme dan kedisiplinan yang tinggi, SMAN 1 Kencong kembali melaksanakan agenda rutinitas mingguan berupa upacara pengibaran bendera merah putih. Kegiatan sakral yang dilangsungkan di lapangan utama sekolah ini diikuti dengan penuh kekhidmatan oleh seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh peserta didik pada Senin (10/8/2026).

Bertindak sebagai pembina upacara pada kesempatan kali ini adalah Bapak Ahmad Marzuk, M.Pd. Kehadiran beliau di tengah barisan peserta upacara memberikan energi positif tersendiri bagi seluruh warga sekolah.

Rangkaian upacara berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan tata protokol yang berlaku. Pasukan pengibar bendera sekolah sukses menjalankan tugasnya dengan langkah tegap dan presisi saat mengibarkan sang saka merah putih, diiringi oleh alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara serentak oleh seluruh peserta upacara. Suasana khidmat semakin terasa ketika seluruh peserta menundukkan pandangan sejenak untuk mengikuti prosesi mengheningkan cipta, mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa.


Dalam amanatnya yang disampaikan di hadapan seluruh peserta upacara, Bapak Ahmad Marzuk, M.Pd. memusatkan perhatian penuh pada nilai-nilai fundamental yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap pelajar, yakni kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Beliau menggarisbawahi bahwa kedisiplinan bukanlah sebuah bentuk hukuman atau kekangan, melainkan sebuah kebutuhan dasar serta investasi jangka panjang bagi masa depan setiap individu.

Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa tanggung jawab merupakan cerminan dari kematangan mental seorang siswa. Tanggung jawab tersebut harus diimplementasikan secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari di sekolah, mulai dari ketepatan waktu hadir di gerbang sekolah, ketaatan terhadap tata tertib berpakaian, keseriusan dalam mengikuti kegiatan proses belajar-mengajar di dalam kelas, hingga kepedulian terhadap kebersihan dan ketertiban fasilitas umum milik bersama.


Pihak sekolah menilai bahwa penanaman nilai kedisiplinan dan tanggung jawab ini sangat krusial untuk terus digaungkan secara berkala. Di tengah dinamika era modern yang serba cepat dan penuh distraksi, pembentukan karakter luhur melalui pembiasaan upacara bendera diharapkan mampu membentengi para siswa dari pengaruh negatif serta membentuk mentalitas generasi muda yang tangguh, tanggap, dan berintegritas tinggi.

Pelaksanaan upacara bendera di SMAN 1 Kencong ini tidak sekadar dipandang sebagai rutinitas administratif seremonial semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi institusi sekolah untuk merawat semangat kebangsaan, memupuk rasa cinta tanah air, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga sekolah.


Melalui penyampaian amanat yang sarat akan nilai moral dan kedisiplinan oleh Bapak Ahmad Marzuk, M.Pd., SMAN 1 Kencong optimis dapat terus mencetak lulusan-lulusan yang tidak hanya unggul dan berprestasi secara intelektual di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang luhur, patuh pada aturan, serta siap mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin masa depan bangsa.

Share:

PERKUAT SINKRONISASI PROGRAM, SMAN 1 KENCONG GELAR RAPAT KOORDINASI STRATEGIS BERSAMA WALI KELAS

KENCONG — SMAN 1 Kencong terus memantapkan langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkarakter. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) intensif yang melibatkan seluruh wali kelas bersama pihak manajemen sekolah, Jumat (7/8).

Rakor yang dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Kencong ini fokus membahas pematangan dan sinkronisasi dua program unggulan baru, yakni Serbacinling (Selasa Bersih-bersih bersama, Cinta Lingkungan) dan Jumat Segar (Jumat Sehat dan Bugar). Tidak hanya itu, pertemuan ini juga merumuskan teknis pelaksanaan ajang bergengsi antar-kelas, yaitu Lomba Toilet Merdeka dan Lomba Kelas Bersih.

Dalam arahannya, kepala sekolah menegaskan bahwa peran strategis seorang wali kelas sangat krusial sebagai garda terdepan. Wali kelas dinilai sebagai motor penggerak utama yang menjembatani kebijakan sekolah agar dapat diimplementasikan secara optimal oleh para siswa di tingkat kelas masing-masing.

"Wali kelas memiliki peran sentral tidak hanya dalam hal akademik, tetapi juga sebagai manajer di kelasnya. Sukses atau tidaknya program pembiasaan karakter seperti Serbacinling dan Jumat Segar sangat bergantung pada keteladanan dan penggerakan yang dilakukan oleh Bapak-Ibu wali kelas," ujar Kepala SMAN 1 Kencong.


Program Serbacinling yang dijadwalkan setiap hari Selasa dirancang untuk membudayakan kebersihan lingkungan secara masif, mulai dari pengelolaan sampah hingga penghijauan area kelas. Sementara itu, Jumat Segar memadukan agenda kesehatan jasmani melalui senam bersama sekaligus kampanye hemat energi dan BBM bagi seluruh warga sekolah.

Sebagai bentuk motivasi dan evaluasi, kedua program tersebut akan diukur melalui Lomba Toilet Merdeka dan Lomba Kelas Bersih. Kompetisi ini dirancang untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan rasa memiliki (sense of belonging) di kalangan siswa terhadap fasilitas sekolah.

Melalui pelibatan seluruh komponen sekolah, mulai dari guru, staf, wali kelas, hingga siswa rapat koordinasi ini diharapkan mampu menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama. SMAN 1 Kencong optimis, sinergi yang kuat ini akan mampu mencetak lingkungan belajar yang kondusif, nyaman, serta melahirkan generasi yang sehat jasmani dan peduli lingkungan.

Share:

SEMARAK JUMAT SEGAR SMAN 1 KENCONG: WUJUDKAN WARGA SEKOLAH BUGAR DAN PEDULI BUMI

KENCONG — SMAN 1 Kencong kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan fisik dan kelestarian lingkungan. Hal ini dibuktikan melalui konsistensi pelaksanaan program unggulan bertajuk JUMAT SEGAR (Jumat Sehat dan Bugar) yang rutin digelar setiap hari Jumat di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh keluarga besar SMAN 1 Kencong, mulai dari jajaran dewan guru, staf tenaga kependidikan, hingga ratusan siswa, ini dipusatkan di halaman utama sekolah pada Jumat pagi (7/8). Suasana penuh semangat tampak jelas tatkala seluruh peserta dengan antusias mengikuti rangkaian senam bersama yang dipandu oleh salah satu guru Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

Kepala SMAN 1 Kencong menjelaskan bahwa program Jumat Segar dirancang bukan sekadar agenda rutin pelemas otot semata. Lebih dari itu, program ini memuat dua misi besar yang sejalan dengan tantangan zaman saat ini: peningkatan indeks kesehatan jasmani dan kampanye penghematan energi serta bahan bakar minyak (BBM).

Melalui senam bersama di sekolah, sekolah ingin mengajak seluruh warga sekolah untuk membudayakan pola hidup sehat. Di sisi lain, kegiatan berkumpul dan beraktivitas di lingkungan sekolah ini juga menjadi bentuk aksi nyata mendukung program hemat energi dan pengurangan emisi kendaraan.


Keutamaan dari program Jumat Segar terletak pada integrasi nilai-nilai kebugaran jasmani dan kepedulian ekologis. Di tengah kesibukan rutinitas belajar-mengajar selama sepekan penuh, aktivitas fisik di luar ruangan terbukti efektif memulihkan kebugaran mental dan fisik para siswa.

Selain itu, aspek hemat energi dan BBM yang diusung dalam program ini diterjemahkan melalui pembiasaan cerdas energi di area sekolah. Seluruh warga sekolah diajak untuk meminimalkan penggunaan perangkat elektronik di kelas saat kegiatan berlangsung, serta menekan mobilitas kendaraan pribadi guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau dan ramah lingkungan (green school).


Sejumlah siswa mengaku menyambut antusias program ini. Selain menjadi sarana melepas penat dari pelajaran di dalam kelas, kegiatan ini juga memupuk rasa kebersamaan dan solidaritas antarangkatan.

Dengan konsistensi pelaksanaan program Jumat Segar, SMAN 1 Kencong optimis dapat terus melahirkan bibit-bibit generasi bangsa yang prima secara fisik, tanggap terhadap isu lingkungan, serta siap menjadi pelopor perubahan positif di tengah masyarakat luas.

Share:

Kisah Katak Tuli Warnai Amanat Upacara di SMAN 1 Kencong, Ajarkan Siswa Tak Gentar Mengejar Mimpi

Jember — Senin pagi tidak sekadar menjadi rutinitas upacara bagi keluarga besar SMAN 1 Kencong. Di balik barisan yang tertib dan prosesi pengibaran bendera, terselip pesan tentang keberanian mengejar mimpi, keteguhan menghadapi tantangan, serta pentingnya tidak membiarkan suara-suara negatif menghentikan langkah.

Pesan tersebut disampaikan Kepala SMAN 1 Kencong, BpkAndri Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., saat bertindak sebagai pembina upacara bendera pada Senin, 3 Agustus 2026.

Upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung di halaman SMAN 1 Kencong. Dalam amanatnya, Bpk. Andri menyampaikan sebuah kisah inspiratif tentang sekelompok katak yang berlomba mencapai puncak sebuah pohon.

Kisah tersebut bermula ketika sejumlah katak mengikuti perlombaan untuk mencapai puncak. Tantangannya tidak mudah. Di bawah, suara penonton justru dipenuhi teriakan yang meragukan kemampuan para peserta. Mereka meneriakkan bahwa tujuan yang hendak dicapai terlalu tinggi dan mustahil untuk ditaklukkan.

Satu per satu katak mulai kehilangan semangat. Sebagian menyerah setelah merasa lelah, sementara yang lainnya terpengaruh oleh suara-suara yang terus melemahkan keyakinan mereka. Hingga akhirnya hanya tersisa satu katak yang terus bergerak menuju puncak.

Tak terpengaruh oleh situasi di sekelilingnya, katak tersebut terus memanjat. Perlahan tetapi pasti, ia akhirnya berhasil mencapai puncak dan menjadi satu-satunya peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan.

Yang membuat kisah tersebut semakin menarik, ternyata katak yang berhasil mencapai puncak itu adalah seekor katak tuli. Karena tidak dapat mendengar teriakan negatif dari penonton, ia justru mengira suara-suara tersebut sebagai sorakan dukungan dan penyemangat.

Kisah sederhana itu kemudian menjadi refleksi bagi para peserta upacara.

Menurut Andri, perjalanan menuju keberhasilan sering kali tidak selalu mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar. Ada kalanya seseorang harus berhadapan dengan keraguan, kritik, bahkan perkataan yang dapat melemahkan semangat.

Namun, hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya tidak mudah terpengaruh oleh ejekan dan perkataan yang meremehkan kemampuan, tetap fokus terhadap tujuan, serta menjaga pikiran positif ketika menghadapi berbagai hambatan.

Bagi para pelajar, pesan tersebut menjadi relevan dalam menghadapi perjalanan pendidikan. Setiap siswa memiliki kemampuan dan cita-cita yang berbeda. Karena itu, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh ketekunan, keberanian, dan kemampuan mempertahankan semangat ketika menghadapi kegagalan.

Kisah katak tuli tersebut juga mengajarkan bahwa cara seseorang memandang sebuah keadaan dapat memengaruhi langkah yang diambil. Suara yang bagi sebagian orang menjadi tekanan, dapat dimaknai sebagai energi untuk terus bergerak maju.

Melalui amanat tersebut, upacara bendera di SMAN 1 Kencong kembali menjadi ruang pendidikan karakter yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pesan-pesan moral yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan di sekolah maupun kehidupan di masa mendatang.

Bagi keluarga besar SMAN 1 Kencong, pendidikan bukan hanya tentang bagaimana siswa memperoleh pengetahuan, tetapi juga bagaimana mereka dibentuk menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, pantang menyerah, dan mampu menentukan arah masa depannya.

Seperti katak yang akhirnya mencapai puncak karena terus melangkah, para siswa pun diingatkan untuk tidak membiarkan keraguan orang lain menentukan batas kemampuan mereka.

Sebab, terkadang yang paling menentukan keberhasilan bukan seberapa keras suara yang mengatakan “kamu tidak bisa”, melainkan seberapa kuat seseorang meyakini bahwa ia mampu terus mencoba dan mencapai tujuan.


Repoeter : Cak Narto

 

Share:

Video kami

Hari Kesaktian Pancasila

Pengunjung

Terpopuler

Powered by Blogger.

Ads block

Banner 728x90px

Cari di Blog

Kategori

Berita Terkini

6-latest-350px-course